Yang sabar pantatnya lebar

“sabar itu gimana sebenernya?”, tiba2 seorang teman kasih soal super sulit, berasa ada ujian aja. Hemmm… Saya berusaha menjadi teman yang baik dan bersahaja dengan jawaban “ aku juga ga tau”, dieng 😀

La udah malem, lagi sibuk edit2 blog eh dikasih pertanyaan serius, ya otaknya ga nyaut…

Karena saya baek hati dan rajin mandi (hubungane apa coba), maka saya meladeni dia, teman baik saya yang lagi gundah gulana, walah… hehee…

“sabar itu gimana sebenernya, apa nahan amarah trus grundel di belakang? Aku tu kayak winne the pooh (karangan saya aja..hehee), yang gedhe cashing dan makannya banyak. “. Sek bentar kayaknya g kyk gt semalem curhatnya 😀

Hiyaaa, muter2…pokoknya intinya sabar itu gimana?

Saya pribadi juga ga tau definisi lugasnya. Mungkin kita sering ngingetin teman kita atau diri kita sendiri untuk sabar kalo ada masalah atau tertimpa musibah. Sabar untuk menerima dan menjalani hal yang dialaminya. Padahal sama seperti teman saya katakan dan saya setuju hal itu bahwa sabar itu mudah diucapin tp sulit dilaksanain.

Tapi teman lain pernah bilang sama saya, sesuatu yang sulit itu bukan berarti tidak bisa dilakukan. Dan segala sesuatu itu butuh proses, bukan tiba2 muncul dan terjadi. Kayak saya pribadi, jadi segedhe gini juga awalnya kecil *jelas aja kan, serem juga lahir langsung gedhe..hahhaa…

Mungkin pertama kita bakal shock, trus berusaha nerima sambil menghela nafas panjangggg, lalu berusaha  menahan diri entah itu dengan diam, berpikir dan membatin (mengumpat dalam hati mungkin..ehhee), menangis (jika perlu), lalu berusaha perpikir positif bahwa segala sesuatunya ada yang ngatur dan mungkin yang terjadi adalah hal terbaik untuk saat ini. Mungkin itu urutan proses sabar yang sering kita lakukan, atau untuk mendapatkan sabar.

Saya memang ga pandai bermain kata untuk membuat orang tenang dan adem pikiran. Tapi mungkin ini beberapa contoh kesabaran yang bisa saya tunjukkan.

1.       Bapak saya rela berjam-jam jemput saya d perhentian bis meski saya sampainya pagi buta, tanpa protes dan ngomel. Padahal saya tahu, capek pastinya tu, so sweet ancene, lup u Be 😀

2.       Ibu saya sabar punya anak kayak saya, contohnya rela tengah malam ke kota tempat saya tinggal setelah dengar saya pingsan di kantor dan sampai di rumah sakit dengan senyumannya, lup my Ibuk 😀

3.       Saya berusaha sabar, meski harus dimarahi customer dan dibilang bodoh, meski saya sedih dan pengen nangis …hahhaa…curcol…

Mungkin banyak diluar sana, orang yang pantas jadi contoh kesabaran, mungkin sulit tapi menyadari sebenarnya kita tak pernah sendiri dan tak akan pernah rugi dengan usaha sabar kita.

Jadi sabar itu???

Menjalani apa yang ada dengan usaha terbaik dan kepasarahan pada yang Kuasa, gitu ga sie..hahaa… simpulin sendiri kalo gitu

Advertisements

3 responses to “Yang sabar pantatnya lebar

  1. klo definisi sabar saya kurang paham je…
    berhubung yg dinahas sekitar pantat..(upss), saya ada masukan nie..

    pernah suatu ketika saya dengerin kultum, waktu itu aku lupa sapa yg ceramah.. dsitu dibahas mengenai definisi ikhlas.

    si ustad di tanya oleh seorang penelpon:
    “pak ustad, ikhlas itu bagaimana sie?”

    dengan entengnya, si ustad menjawab:
    “ikhlas adalah (maaf bapak/ibu) seperti anda membuang kotoran di pagi hari”

    wow!! sangat super jawabannya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s